Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2013

Nasi goreng jadi makanan paling terkenal di twitter

Lembaga kajian Prapancha Research (PR) menemukan bahwa nasi goreng, rendang, dan sate lebih terkenal secara global melalui jejaring sosial Twitter dibanding rata-rata masakan yang berasal dari kawasan Asia lainnya.

"Penelitian dilakukan dengan periode pencarian dua tahun lalu, tepatnya Juli 2011," kata peneliti dari PR, Adi Ahdiat, seperti dilansir Antara di Pontianak, Sabtu (27/7).

Ketiga jenis makanan tersebut dibandingkan dengan Tom Yam dari Thailand serta Bulgogi dan Bibimbap dari Korea Selatan. Hasilnya, terungkap bahwa nasi goreng menjadi yang paling banyak diperbincangkan di jejaring sosial dengan 2,3 juta perbincangan di luar Indonesia, diikuti rendang dengan 1,1 juta perbincangan, serta sate dengan 533 ribu perbincangan.

Sementara untuk Tom Yam, di luar Thailand, memperoleh 254 ribu perbincangan. Bulgogi dan Bibimbap, di luar Korea Selatan, masing-masing memperoleh 210 ribu dan 162 ribu perbincangan.

Jika Indonesia diikutsertakan dalam pantauan, maka total perbincangan sate di Twitter akan mencapai 8,6 juta, nasi goreng 5,4 juta dan rendang 2,5 juta perbincangan.

Bahkan perbincangan Bibimbap dan Bulgogi, di luar Korea sendiri, paling banyak kedua adalah di Indonesia yakni Bulgogi 40.000 perbincangan dan Bibimbap 26.000 perbincangan.

Latar belakang pemilihan ke semua masakan ini karena ke enam masakan ini pernah masuk ke dalam daftar 50 makanan terlezat dunia versi jajak pendapat CNN tahun 2011. Di daftar tersebut, rendang dan nasi goreng secara berurutan menempati peringkat pertama dan kedua.

Dia menambahkan hal itu membalik anggapan bahwa masakan negara-negara Asia lainnya lebih memikat hati orang-orang mancanegara. "Namun sebagai negara yang sama-sama belum memiliki gerai makanan sebanyak masakan China dan Jepang, masakan Indonesia berada di posisi yang lebih unggul," kata dia.

Tetapi pihaknya menyayangkan bahwa banyak di antara warga dunia yang menikmati makanan asal Indonesia tersebut di restoran China atau restoran umum yang menyediakan masakan-masakan Asia.

"Gerai makanan Indonesia memang terbilang langka di mancanegara. Sehingga menjadi hal yang lazim jika orang-orang asing cenderung mengira nasi goreng, sate, atau rendang berasal dari Thailand, Singapura, atau bahkan Malaysia," kata dia.

Dia menilai akan lebih produktif untuk mendorong pendirian dan pengembangan gerai masakan Indonesia di berbagai negara ketimbang meributkan atau mengkhawatirkan masakan Tanah Air diklaim negara tetangga.

Fakta tersebut menunjukkan Indonesia adalah pasar komoditas kuliner yang sangat potensial. "Ekspansi adalah hal yang semestinya dilakukan untuk kian memajukan industri kuliner Indonesia," kata dia.

Adi mencontohkan pemerintah Thailand sudah sejak lama mendorong internasionalisasi kulinernya dengan kampanye 'Thailand, Dapurnya Dunia'. "Pemerintah Thailand menyediakan pusat pelatihan, informasi, serta peminjaman dana bagi mereka yang ingin membuka gerai makanan Thailand di negara lain," ujar dia.

Dia yakin, banyak nilai strategis yang diraup Indonesia dari ekspansi kuliner tersebut. "Memperkuat kebanggaan nasional, mengundang turis ke Tanah Air, membuka pasar ekspor bahan pangan, mendatangkan devisa, mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Chef dunia akui kelezatan rendang Indonesia

Indonesia dikenal sebagai gudangnya beragam kuliner kaki lima. Kita pun bisa menemukan berbagai jenis kuliner kaki lima yang mengusung kearifan lokal di setiap daerah. 

Dalam World Street Food Congress (WSFC) 2013, di Singapura, pada awal Juni lalu, rendang dan nasi kapau yang dimasak oleh Pak Afdal, asal Kabupaten Agam, Sumbar, mendapat pujian dari chef dunia Anthony Bourdain.

"This is the best rendang I've ever tasted in my life," kata Anthony kepada National Geographic.

Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari di Singapura ini menghadirkan ratusan pembicara kelas dunia. Tak hanya itu. World Street Food Council juga memberikan penghargaan khusus bagi tokoh yang dianggap telah berjasa dalam menaikkan citra kuliner kaki lima. Dan, nama Iwan Tjandra keluar sebagai penerima penghargaan Street Food Enterpreneur of the Year.

Iwan Tjandra merupakan pemilik resto Eat and Eat dan sekaligus PT Marche International. Peran Iwan dalam mengangkat derajat kuliner kaki lima Indonesia rupanya menarik perhatian dunia. Konsep food market yang diusungnya sebagai solusi untuk memperkenalkan kuliner kaki lima ke masyarakat juga berhasil memenangkan penghargaan Best Street Food Eatery Concept.

Kuliner kaki lima Indonesia yang ikut diboyong ke World Street Food Congress adalah nasi kapau, kue pancong, kerang telor, sate kuah, soto tangkar, nasi campur manado.

Sate tikus, santapan ekstrem khas Manado


Indonesia menyimpan berbagai kuliner unik di setiap daerah. Tapi jenis kuliner yang satu ini mungkin bisa membuat Anda terkejut atau merasa jijik. Di Sulawesi Utara, tikus bisa menjadi santapan lezat. Bagaimana bisa?

Jika Anda mengunjungi beberapa pasar di Manado, Anda akan menemukan tikus panggang dengan mudah. Tapi tikus yang dikonsumsi masyarakat Manado bukan lah tikus sembarangan. Tikus yang biasa disantap adalah jenis tikus hutan berekor putih.

Warga Manado hanya mau membeli tikus yang ekornya masih utuh dan warnanya putih. Agar pembeli percaya bahwa tikus itu bukan lah tikus rumahan atau tikus got. Sebab tikus ini hanya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan.

Sebelum dimasak, tikus dibersihkan terlebih dulu dengan cara dibakar dan sebagian isi perutnya dikeluarkan. Maka dari itu tikus yang dijual warnanya terlihat kehitaman akibat dibakar.

Agar rasanya lebih sedap, biasanya masyarakat mengonsumsi tikus dengan cara disate, disajikan dengan bumbu dan kuah santan kental sama seperti mengolah daging ayam.

Bagaimana guys, tertarik mengonsumsi daging tikus?

 
Blogger Widgets